
SELAMAT DATANG DI PONDOK PESANTREN VILLA TAHFIZH HIMMATUL QURAN MALINO

SELAMAT DATANG DI PONDOK PESANTREN VILLA TAHFIZH HIMMATUL QURAN MALINO

Sambutan Pimpinan :
Villa Tahfizh Himmatul Quran adalah lembaga pendidikan pesantren Al-Qur'an yang berikhtiar melahirkan generasi Al-Qur'an yang berakhlak mulia dan beraqidah shohihah. Generasi Al-Qur'an yang berpadu pada dirinya kepribadian dengan 3 kompetensi utama yaitu:Afektif (ruhiyah), Kognitif ( kecerdasan) dan Psikomotorik (ketrampilan dan skill). Ikhtiar itu adalah upaya maksimal yang dilakukan oleh Villa Tahfizh Himmatul Quran dalam meramu dan menerapkan proses pembelajaran dan pembinaan agar melahirkan pribadi santri yang berakhlak, cerdas dan terampil sebagai peserta didik.
Ir. H Muhammad Taufan Djafry, Lc., M.H.I
ARTIKEL

Jejak Santri Menuju Kedokteran: Prestasi yang Mengubah Cara Pandang Kita Terhadap Pondok
Di tengah anggapan bahwa santri hanya berfokus pada ilmu agama, prestasi yang diraih oleh dua santri SMA IT Villa Tahfizh Himmatul Qur'an (VTHQ) Malino menjadi bukti bahwa pendidikan pesantren mampu melahirkan generasi yang unggul di berbagai bidang. Keberhasilan Andi Abdullah Bin Hasyim diterima di Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Hasanuddin melalui jalur UTBK-SNBT, serta Muh. Alhuwaidy Ansar yang lolos di Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Muslim Indonesia melalui Jalur Tahfizh Al-Qur'an, menunjukkan bahwa kecerdasan akademik dan kecintaan terhadap Al-Qur'an dapat berjalan beriringan.
Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga dan almamater, tetapi juga memberikan pesan penting bahwa kesuksesan lahir dari perpaduan antara ikhtiar, disiplin, doa, dan lingkungan pendidikan yang mendukung. Pesantren tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat mencetak ahli agama, melainkan juga sebagai lembaga yang mampu mempersiapkan santri menghadapi tantangan dunia profesional.
Lebih dari sekadar keberhasilan masuk fakultas kedokteran, pencapaian ini merupakan simbol bahwa karakter, akhlak, dan kompetensi dapat dibangun secara bersamaan. Seorang calon dokter tidak hanya dituntut memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga empati, integritas, dan nilai-nilai kemanusiaan. Bekal tersebut telah mulai dibentuk sejak mereka menjalani kehidupan sebagai santri.
Keberhasilan melalui dua jalur yang berbeda juga memperlihatkan bahwa setiap individu memiliki jalan menuju kesuksesan. Ada yang menempuh jalur akademik melalui UTBK-SNBT, ada pula yang memanfaatkan keunggulan dalam menghafal Al-Qur'an melalui jalur tahfizh. Keduanya mengajarkan bahwa setiap potensi yang dimiliki patut dikembangkan secara maksimal.
Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh santri VTHQ untuk terus belajar, menghafal Al-Qur'an, dan berani bermimpi setinggi mungkin. Indonesia membutuhkan lebih banyak dokter yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan menjadikan nilai-nilai Al-Qur'an sebagai pedoman dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Prestasi ini adalah langkah awal menuju lahirnya generasi profesional yang berilmu, beriman, dan membawa manfaat bagi umat.
Baca Selengkapnya...

10 Hari yang Paling Dicintai dan Diagungkan Allah
Banyak dari kita tidak mengetahui bahwa Zulhijjah bukan sekedar bulan Qurban saja, melainkan di dalamnya terdapat 10 hari terbaik untuk beramal shalih. Sampai-Sampai Allah bersumpah dengannya, sebagaimana dalam Surah Al Fajr ayat 2, “Demi hari yang kesepuluh.” Ini menunjukkan bahwa hari-hari tersebut mempunyai keagungan, sehingga sering disebut sebagai 10 hari terbaik sepanjang tahun. Terlebih lagi, Ia adalah hari yang tereapat pada salah satu bulan yang Allah agungkan yaitu Zulhijjah, sama seperti bulan haram lainnya, yaitu Zulkaidah, Muharram, dan Rajab. Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam berkata, yang membedakan Zulhijjah dengan bulan yang lain adalah amal shalih lebih Allah cintai dibandingkan jihad fi sabililah diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiuallahu ‘anhuma.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Tidak ada hari-hari di mana amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh Allah melebihi sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah." Para sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, tidak juga jihad di jalan Allah?" Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: "Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak kembali dengan sesuatu apapun (mati syahid)."
(HR. Bukhari no. 969, Ahmad, dan lainnya).
Nama bulan ini sendiri disebut “Zulhijjah” karena di bulan inilah ibadah haji, satu dari lima rukun Islam lainnya yang ditunaikan, dimana Zulhijjah sejak masa lalu, dikenal memiliki peristiwa penting dan berbagai ibadah yang mempunyai keutamaan besar. Beramal pada bulan Zulhijjah sangat dianjurkan bagi seluruh umat Muslim, bukan hanya yang berhaji saja.
Berikut Adalah beberapa amalan yang dapat kita lakukan pada 10 hari pertama di bulan Zulhijjah:
1. Puasa
Pada hari-hari terbaik ini, kita dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunnah. Sebagaimana Sebagaimana diceritakan dari Hunaidah bin Kholid, dari istrinya, beberapa istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya, …” (HR. Abu Daud no. 2437. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
2. Memperbanyak Takbir dan Dzikir
Sepanjang bulan Zulhijjah, terlebih di sepuluh hari pertama, umat Islam dianjurkan melipatgandakan dzikir, takbir, tahmid, dan tahlil. Hal ini merupakan bentuk sederhana namun bermakna utuk mengisi hari-hari di awal Zulhijjah dengan perbuatan yang dicintai Allah.
Allah Ta’ala berfirman, “Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan” (QS. Al Hajj: 28). ‘Ayyam ma’lumaat’ menurut salah satu penafsiran adalah sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Pendapat ini adalah pendapat jumhur (mayoritas) ulama di antaranya Ibnu ‘Umar, Ibnu ‘Abbas, Al Hasan Al Bashri, ‘Atho’, Mujahid, ‘Ikrimah, Qotadah dan An Nakho’i, termasuk pula pendapat Abu Hanifah, Imam Asy Syafi’i dan Imam Ahmad (pendapat yang masyhur dari beliau). Lihat perkataan Ibnu Rajab Al Hambali dalam Lathoif Al Ma’arif, hal. 462 dan 471.
3. Menunaikan Haji
Ibadah haji adalah rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim yang mampu, baik secara fisik, ilmu, keamanan perjalanan, maupun biaya. Haji dilaksanakan di Tanah Suci Makkah pada bulan Dzulhijjah. Allah Ta’ala berfirman, “(Musim) haji itu pada bulan-bulan yang telah dimaklumi. Barang siapa mengerjakan (ibadah) haji dalam bulan-bulan itu, maka janganlah dia berkata kotor, berbuat maksiat, dan berbantah-bantahan dalam melakukan haji…” (Q.S Al-Baqarah ayat 197)
4. Memperbanyak amal saleh
Momentum terbaik ini menjadi kesempatan bagi seorang muslim untuk meningkatkan ketakwaan dan meraih pahala yang berlipat ganda di sisi Allah. Sebagaimana sabda Rasulullah, “Tidak ada hari-hari di mana amal saleh pada saat itu lebih dicintai Allah daripada amal saleh pada sepuluh hari ini (10 hari pertama Dzulhijjah).” (H.R. Bukhari no. 969)
5. Berkurban
Adanya amalan seperti berkurban dan sedekah, menjadi bukti kecintaan kita kepada Allah dengan mengeluarkan pemberian terbaik dari sisi harta yang kita miliki. Hal ini menjadi salah satu bentuk ketakwaan kita, sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Hajj, “Daging dan darah hewan qurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian...”
6. Beraubat
Bertaubat pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan amalan yang sangat dianjurkan karena hari-hari tersebut termasuk waktu terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah سبحانه وتعالى. Taubat adalah langkah awal untuk membersihkan hati, memohon ampunan, dan memperbaiki diri agar amal ibadah lebih diterima. Allah Ta’ala berfirman, “Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.” (QS. An-Nur: 31).
Karena itu, hari-hari mulia ini menjadi kesempatan terbaik untuk kembali kepada Allah dan memulai perubahan diri menuju ketakwaan yang lebih baik.
Kedatangan Zulhijjah memang setiap tahun. Tapi, apakah kedatangannya disambut oleh semua manusia? Adakah yang yakin akan ada tahun depan untuk setiap orang? Maka dari itu, mari kita isi hari-hari terbaik ini dengan memperbanyak keutamaannya agar tidak ada penyesalan seperti di tahun-tahun sebelumnya yang telah di sia-siakan. Bukan sebaliknya, mengisi hari-hari terbaik tersebut dengan sesuatu yang Allah haram.
Wallahu a’lam, semoga bermanfaat.
Baca Selengkapnya...

Dari Qurban, Kita Belajar Keikhlasan dan Kepedulian
Ibadah qurban merupakan salah satu syariat agung dalam Islam yang sarat dengan nilai spiritual dan sosial. Ia bukan sekadar menyembelih hewan pada hari tertentu, tetapi menjadi simbol ketaatan total kepada Allah serta bentuk nyata pengorbanan seorang hamba. Dalam sejarahnya, qurban berkaitan erat dengan kisah Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dan putranya, Nabi Ismail ‘alaihis salam, yang menunjukkan puncak keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah. Peristiwa ini kemudian diabadikan dalam syariat qurban yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah dan hari-hari tasyrik.
Keikhlasan menjadi pelajaran utama dari ibadah qurban. Allah menegaskan bahwa yang sampai kepada-Nya bukanlah daging atau darah hewan, melainkan ketakwaan hamba-Nya. Dalam Al-Qur’an disebutkan: "Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu." (QS. Al-Hajj: 37). Ayat ini menegaskan bahwa nilai qurban terletak pada niat yang tulus dan hati yang bersih dalam beribadah, bukan pada besar atau kecilnya hewan yang disembelih. Dengan demikian, qurban melatih seorang Muslim untuk beribadah semata-mata karena Allah, tanpa riya’ dan tanpa mengharap pujian manusia.
Selain keikhlasan, qurban juga mengajarkan kepedulian sosial yang tinggi. Daging qurban tidak hanya dinikmati oleh orang yang berqurban, tetapi juga dibagikan kepada fakir miskin dan masyarakat sekitar. Rasulullah ﷺ bersabda: "Makanlah sebagian darinya, simpanlah, dan sedekahkanlah." (HR. Muslim). Hadits ini menunjukkan bahwa qurban adalah sarana untuk berbagi kebahagiaan, mempererat ukhuwah, dan mengurangi kesenjangan sosial. Melalui qurban, umat Islam diajak untuk merasakan empati terhadap sesama, terutama mereka yang jarang menikmati makanan yang layak.
Lebih jauh, qurban juga menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan. Kemampuan untuk berqurban adalah karunia yang patut disyukuri, karena tidak semua orang diberi kelapangan rezeki. Dengan berqurban, seorang Muslim tidak hanya membersihkan hartanya, tetapi juga membersihkan jiwanya dari sifat kikir dan cinta dunia yang berlebihan. Oleh karena itu, ibadah qurban sejatinya adalah perpaduan antara hubungan vertikal kepada Allah dan hubungan horizontal kepada sesama manusia.
Dengan memahami makna qurban secara mendalam, diharapkan setiap Muslim tidak hanya melaksanakannya sebagai ritual tahunan, tetapi juga menghayati nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Keikhlasan dalam beribadah dan kepedulian terhadap sesama adalah dua pilar utama yang harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, semangat qurban tidak berhenti pada hari raya saja, tetapi terus hidup dalam setiap aspek kehidupan sebagai bentuk pengabdian kepada Allah dan kasih sayang kepada sesama.
Baca Selengkapnya...
KEGIATAN

Komitmen Bersama untuk Pesantren Sehat: VTHQ Jalin Kemitraan dengan UPT Puskesmas Tinggimoncong
Malino — VTHQ secara resmi menjalin kerja sama dengan UPT Puskesmas Tinggimoncong melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang dilaksanakan pada Selasa, 4 Agustus 2026. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelayanan kesehatan serta pembinaan kesehatan bagi santri dan para pembina di lingkungan VTHQ.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur VTHQ, Hadianto, S.H., M.Si., bersama Kepala UPT Puskesmas Tinggimoncong, Ilyas Abdullah, S.Kep., Ns. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan semangat kolaborasi sebagai wujud komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas kesehatan di lingkungan pesantren.
Melalui kerja sama ini, kedua belah pihak bersepakat untuk membangun sinergi dalam berbagai program kesehatan, mulai dari upaya promotif, preventif, hingga pembinaan kesehatan yang berkelanjutan. Kehadiran UPT Puskesmas Tinggimoncong diharapkan dapat memberikan pendampingan yang lebih optimal dalam menciptakan lingkungan pesantren yang sehat, aman, dan mendukung proses pendidikan para santri.
Direktur VTHQ, Hadianto, S.H., M.Si., menyampaikan bahwa kesehatan merupakan salah satu fondasi utama dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran di pesantren. Oleh karena itu, kolaborasi dengan UPT Puskesmas Tinggimoncong diharapkan mampu menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga VTHQ.
Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Tinggimoncong, Ilyas Abdullah, S.Kep., Ns., menyambut baik terjalinnya kerja sama ini. Menurutnya, sinergi antara fasilitas pelayanan kesehatan dan lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam membangun budaya hidup sehat serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di lingkungan pesantren.
Dengan ditandatanganinya nota kesepahaman ini, VTHQ dan UPT Puskesmas Tinggimoncong berkomitmen untuk terus memperkuat kemitraan dalam penyelenggaraan berbagai program kesehatan yang terencana dan berkesinambungan. Diharapkan kerja sama ini dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas hidup, kesehatan, serta kenyamanan santri dan pembina, sehingga proses pendidikan di VTHQ dapat berlangsung secara optimal.
Baca Selengkapnya...

VTHQ Ikuti Pelatihan Kapasitas Digital Bank Indonesia untuk Perkuat Ekosistem Bisnis Pesantren
Jakarta – Pesantren VTHQ menjadi salah satu peserta dalam kegiatan Gaining Commitment dan Pelatihan Kapasitas Digital yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia melalui Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS). Kegiatan berskala nasional ini berlangsung pada 22–23 Juli 2026 di Hotel DoubleTree by Hilton, Jakarta Pusat, dan diikuti oleh perwakilan pesantren binaan Bank Indonesia dari Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pesantren dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pengembangan unit usaha. Salah satu fokus utama kegiatan adalah optimalisasi platform Virtual Market Pesantren Nusantara, sebuah ekosistem digital yang dirancang untuk menghubungkan koperasi dan unit usaha pesantren dalam jaringan bisnis nasional.
Selama pelatihan, peserta memperoleh pembekalan mengenai pemanfaatan berbagai fitur pada platform, mulai dari mekanisme transaksi grosir, pengelolaan data usaha, hingga peluang kerja sama investasi dan pengembangan bisnis berbasis syariah. Program ini juga menjadi sarana bagi Bank Indonesia untuk memetakan potensi koperasi serta unit usaha pesantren agar semakin terintegrasi dalam ekosistem ekonomi digital.
VTHQ memanfaatkan kesempatan ini untuk memperluas wawasan mengenai transformasi digital dalam pengelolaan usaha pesantren. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat mendukung pengembangan unit usaha yang lebih profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu meningkatkan daya saing di tingkat nasional.
Kegiatan ini diikuti oleh 37 pesantren, terdiri atas 22 pesantren dari Sulawesi Selatan dan 15 pesantren dari Kalimantan Selatan, yang merupakan bagian dari pesantren binaan Bank Indonesia dan tergabung dalam Himpunan Bisnis dan Ekonomi Pesantren (Hebitren). Melalui pelatihan ini, diharapkan terbangun rantai pasok usaha pesantren yang semakin kuat, efisien, dan terhubung secara digital sehingga mampu mendorong kemandirian ekonomi pesantren yang berkelanjutan.
Baca Selengkapnya...
Menuju HIMMAH Smart Greenhouse, VTHQ Ikuti Capacity Building Program Tani Berkah
Bogor, 20–24 Juli 2026 — Pesantren VTHQ turut berpartisipasi dalam Capacity Building Program Tani Berkah, sebuah program penguatan kapasitas pesantren di bidang pertanian yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan IPB Training. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari di Bogor ini diikuti oleh 30 pesantren dari 10 provinsi di Indonesia.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pesantren dalam mengembangkan sektor pertanian yang produktif, berkelanjutan, dan berorientasi pada pemberdayaan ekonomi umat. Selama kegiatan, para peserta mendapatkan pembekalan dari para praktisi dan akademisi melalui berbagai sesi materi yang membahas pengelolaan usaha pertanian modern, penguatan kelembagaan, hingga strategi pengembangan agribisnis berbasis pesantren.
Selain penyampaian materi di dalam kelas, peserta juga mengikuti studi lapangan untuk melihat secara langsung penerapan teknologi dan praktik pertanian yang telah berhasil dikembangkan. Pengalaman ini diharapkan menjadi inspirasi bagi setiap pesantren dalam mengembangkan potensi pertanian sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.
Rangkaian kegiatan juga mencakup sertifikasi kompetensi sebagai bentuk pengakuan atas partisipasi dan pemahaman peserta terhadap materi yang telah diberikan. Pada akhir program, setiap pesantren mempresentasikan kesiapan menerima bantuan Greenhouse, yang meliputi rencana pengelolaan, sumber daya yang dimiliki, serta komitmen dalam mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas tersebut sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan usaha pertanian pesantren.
Keikutsertaan VTHQ dalam program ini menjadi wujud komitmen pesantren untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mengembangkan sektor pertanian sebagai salah satu pilar kemandirian ekonomi pesantren. Melalui ilmu, pengalaman, dan jejaring yang diperoleh selama kegiatan, VTHQ optimistis dapat mengimplementasikan inovasi pertanian yang berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi santri, masyarakat, dan lingkungan sekitar.
Baca Selengkapnya...
Program Unggulan
Simaan Akbar
Study Club
Daurah Takhassus
Bakti Sosial
Simaan Pekanan
Tarbiyah
Safari Ramadhan
Porsani
Ekstrakulikuler
Rihlah Akbar
Musabaqah Hifzhil Quran
Konsultasi Syariah
GALERY KEGIATAN
INFORMASI PESERTA DIDIK
SMP: 149 Orang
SMA: 89 Orang
ALUMNI: 189 Orang
APA KATA MEREKA ?

Tokoh Internasional
Villa tahfizh Himmatul Qur'an Malino merupakan pondok tahfizh yang sangat indah dan sejuk serta mempunyai manhaj yang baik, bahkan orang Malaysia pun saya sarankan untuk bisa menempuh pendidikan di tempat ini.
Prof. Dato' Arif Perkasa Dr. Mohd Asri bin Zainul Abidin
(Mufti Perlish - Malaysia)

Orang Tua Santri
Pondok tahfizh yang berada di pegunungan dengan udara yang sejuk tentunya menunjang para santri dalam menunjang aktivitas belajar, menghafal, serta berolahraga. Selain itu, metode pembelajaran yang sudah sangat baik, dimana telah dipadukan dengan kegiatan ekskul sehingga santri juga dapat menyalurkan potensi dan bakatnya. Pendampingan dan komunikasi yang diterapkan juga sangat baik.
H.A.S. Chaidir Syam, S.IP., M.H.
(Bupati Maros - Orang tua santri VTHQ)

Alumni VTHQ
Saya belajar banyak tentang agama, karakter, dan menghormati perbedaan. Di VTHQ kami belajar bersama, saling mendukung, dan membentuk ikatan persaudaraan yang erat sesama santri walaupun dari daerah yang berbeda beda.
Imam Manggarai Samman
(Alumni VTHQ Tahun 2020)

MARI BERGABUNG BERSAMA KAMI DEMI MEWUJUDKAN GENERASI QUR'ANI PENERUS AGAMA DAN BANGSA
Assalamu'alaikum sahabat Qur'an...
Villa Tahfizh Himmatul Quran Malino kembali membuka Seleksi Penerimaan Murid Baru Tahun Ajaran 2026/2027 untuk jenjang Wustha (SMP) dan SMA.