Welcome Image Pondok pesantren villa tahfizh Himmatul quran malino

SELAMAT DATANG DI PONDOK PESANTREN VILLA TAHFIZH HIMMATUL QURAN MALINO

Welcome Image

SELAMAT DATANG DI PONDOK PESANTREN VILLA TAHFIZH HIMMATUL QURAN MALINO

Foto Pimpinan Pesantren Ir. H Muhammad Taufan Djafry, Lc., M.H.I

Sambutan Pimpinan :

Villa Tahfizh Himmatul Quran adalah lembaga pendidikan pesantren Al-Qur'an yang berikhtiar melahirkan generasi Al-Qur'an yang berakhlak mulia dan beraqidah shohihah. Generasi Al-Qur'an yang berpadu pada dirinya kepribadian dengan 3 kompetensi utama yaitu:Afektif (ruhiyah), Kognitif ( kecerdasan) dan Psikomotorik (ketrampilan dan skill). Ikhtiar itu adalah upaya maksimal yang dilakukan oleh Villa Tahfizh Himmatul Quran dalam meramu dan menerapkan proses pembelajaran dan pembinaan agar melahirkan pribadi santri yang berakhlak, cerdas dan terampil sebagai peserta didik.

Ir. H Muhammad Taufan Djafry, Lc., M.H.I

ARTIKEL


Dari Qurban, Kita Belajar Keikhlasan dan Kepedulian

Dari Qurban, Kita Belajar Keikhlasan dan Kepedulian

Ibadah qurban merupakan salah satu syariat agung dalam Islam yang sarat dengan nilai spiritual dan sosial. Ia bukan sekadar menyembelih hewan pada hari tertentu, tetapi menjadi simbol ketaatan total kepada Allah serta bentuk nyata pengorbanan seorang hamba. Dalam sejarahnya, qurban berkaitan erat dengan kisah Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dan putranya, Nabi Ismail ‘alaihis salam, yang menunjukkan puncak keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah. Peristiwa ini kemudian diabadikan dalam syariat qurban yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah dan hari-hari tasyrik.

Keikhlasan menjadi pelajaran utama dari ibadah qurban. Allah menegaskan bahwa yang sampai kepada-Nya bukanlah daging atau darah hewan, melainkan ketakwaan hamba-Nya. Dalam Al-Qur’an disebutkan: "Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu." (QS. Al-Hajj: 37). Ayat ini menegaskan bahwa nilai qurban terletak pada niat yang tulus dan hati yang bersih dalam beribadah, bukan pada besar atau kecilnya hewan yang disembelih. Dengan demikian, qurban melatih seorang Muslim untuk beribadah semata-mata karena Allah, tanpa riya’ dan tanpa mengharap pujian manusia.

Selain keikhlasan, qurban juga mengajarkan kepedulian sosial yang tinggi. Daging qurban tidak hanya dinikmati oleh orang yang berqurban, tetapi juga dibagikan kepada fakir miskin dan masyarakat sekitar. Rasulullah ﷺ bersabda: "Makanlah sebagian darinya, simpanlah, dan sedekahkanlah." (HR. Muslim). Hadits ini menunjukkan bahwa qurban adalah sarana untuk berbagi kebahagiaan, mempererat ukhuwah, dan mengurangi kesenjangan sosial. Melalui qurban, umat Islam diajak untuk merasakan empati terhadap sesama, terutama mereka yang jarang menikmati makanan yang layak.

Lebih jauh, qurban juga menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan. Kemampuan untuk berqurban adalah karunia yang patut disyukuri, karena tidak semua orang diberi kelapangan rezeki. Dengan berqurban, seorang Muslim tidak hanya membersihkan hartanya, tetapi juga membersihkan jiwanya dari sifat kikir dan cinta dunia yang berlebihan. Oleh karena itu, ibadah qurban sejatinya adalah perpaduan antara hubungan vertikal kepada Allah dan hubungan horizontal kepada sesama manusia.

Dengan memahami makna qurban secara mendalam, diharapkan setiap Muslim tidak hanya melaksanakannya sebagai ritual tahunan, tetapi juga menghayati nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Keikhlasan dalam beribadah dan kepedulian terhadap sesama adalah dua pilar utama yang harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, semangat qurban tidak berhenti pada hari raya saja, tetapi terus hidup dalam setiap aspek kehidupan sebagai bentuk pengabdian kepada Allah dan kasih sayang kepada sesama.

Baca Selengkapnya...

Bulan Zulkaidah: Waktu Istimewa untuk Meningkatkan Amal Ibadah

Bulan Zulkaidah: Waktu Istimewa untuk Meningkatkan Amal Ibadah

Marhaban ya Zulkiadah, bulan ini merupakan salah satu dari empat bulan haram (suci) atau mulia yaitu bulan Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram, dan Rajab. Pada Bulan ini umat islam dilarang berbuat kezaliman dan disuruh untuk meningkatkan amalan-amalan shaleh mereka seperti disebutkan dalam QS. At-Taubah ayat 36:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ (سورة التوبة

Artinya: “Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, sebagaimana dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan yang diagungkan (Dzulqadah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.”

Salah satu keistimewaan bulan ini adalah ia termasuk salah satu di antara ketiga bulan haji yaitu Syawal, Zulkaidah, dan juga sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Selain itu Zulkaidah inilah Rasullah Saw Senantiasa berumroh. Sahabat Anas bin Malik Radiallahu’anhu meriwayatkan:

اعْتَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَرْبَعَ عُمَرٍ، كُلَّهُنَّ فِي ذِي القَعْدَةِ، إِلَّا الَّتِي كَانَتْ مَعَ حَجَّتِهِ، عُمْرَةً مِنَ الحُدَيْبِيَةِ فِي ذِي القَعْدَةِ، وَعُمْرَةً مِنَ العَامِ المُقْبِلِ فِي ذِي القَعْدَةِ، وَعُمْرَةً مِنَ الجِعْرَانَةِ، حَيْثُ قَسَمَ غَنَائِمَ حُنَيْنٍ فِي ذِي القَعْدَةِ، وَعُمْرَةً مَعَ حَجَّتِهِ (رواه البخاري)

Artinya: “Rasulullah saw. berumrah sebanyak empat kali, semuanya pada bulan Dzulqadah kecuali umrah yang dilaksanakan bersama haji beliau, yaitu satu umrah dari Hudaibiyah, satu umrah pada tahun berikutnya, satu umrah dari Ji’ranah ketika membagikan rampasan perang Hunain dan satu lagi umrah bersama haji.” (HR. al-Bukhari).

Seperti pada bulan haram lainnya, bulan ini juga terdadapat larangan untuk melakukan perbuatan haram yang sangat di tekankan daripada bulan-bulan yang lainnya karena sangat kedudukannya yang sangat mulia, dan juga terdapat anjuran yang sangat ditekankan untuk amalan keaatan. Di antara amalan-amalan dapat kita lakukan untuk mengisi hari-hari kita di bulan Zulkaidah, yaitu:

  • Yang pertama, Memperbanyak Puasa Sunnah. Hal ini sangat dianjurkan seperti puasa senin-kamis,dan Ayyamul Bidh(13, 14, 15 Zulkaidah). Apalagi di bulan haram ini melakukan puasa pasti memiliki pahala yang istimewa.

  • Yang Kedua, Meningkatkan Sedekah dan Kebaikan. Memperbanyak amalan kebaikan kita,sedekah,serta berwakaf karena setiap kebaikan kita akan dilipatgandakan pahalanya.

  • Yang Ketiga, Menjaga Diri Dari Maksiat dan Konflik. Menghindari perbuatan seperti berkonflik,berbuat zhalim, dan bertengkar, dikarnakan berbuat dosa di bulan ini dianggap sangat berat lebih dari biasannya.

  • Yang Keempat, Zikir dan Taubat. Mengucapkan istighfar dan zikir untuk membersikan diri kita dari dosa-dosa sebelum kita memasuki bulan-bulan haji.

  • Yang Kelima, Mempersiapkan Ibadah Qurban/Haji. Merencanakan dan mempersiapkan diri akan kebutuhan tersebut. Seperti dana dan ilmu untuk berkurban ataupun berumrah, karena Dzulqa’dah adalah momen atau persiapan kita menuju bulan Dzulhijjah.

  • Yang Terakhir, melaksanakan umrah. Berumrah pada bulan Dzulqa’dah ini sangat disunnahkan, mencontoh Rasulullah SAW yang melakukan umrah pada bulan ini yang bahkan dimana Rasulullah melakukan ya sebanyak 4 kali.

Dengan semua amalan-amalan ini diharapkan, kita semua bisa memaksimalkan waktu kita untuk mendapatkan pahala yang sangat banyak pada bulan yang insya allah diberkahi dan disucikan ini.

Baca Selengkapnya...

Adab Terhadap Guru & Orang Tua

Adab Terhadap Guru & Orang Tua

Di tengah kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi, banyak nilai-nilai luhur yang mulai pudar. Salah satunya adalah adab terhadap guru dan orang tua. Dua sosok yang seharusnya paling kita setelah Allah dan Rasul-Nya. Modern membawa kita kepada kemudahan, tapi juga sebagian anak muda kehilangan rasa hormat dan sopan santun.

Perlu kita ketahui bahwa adab dalam islam ditempatkan di posisi yang sangat tinggi. Adab kepada orang tua berartu taat, lembut dalam berbicara, dan tak lupa berbuat baik pada mereka. Sedangkan kepada guru, para ulama banyak mencontohkan penghormatan kepada guru-guru mereka. Diantaranya, menyapa dengan sopan, mendengarkan edngan penuh perhatian dan tidak membantah.

Di zaman modern, perubahan gaya hiduo membuat sebagian orang kehilangan beberapa nilai-nilai adab. Kemajuan teknologi memang sangat memudahkan belajar, tapi juga memberikan tantangan yang sangat besar terhadap akhlak.

Kini, banyak anak yang berbicara kepada orang tuanya dengan nada tinggi atau menjawab seadanya. Adapula siswa yang menyepelekan guru, menganggap dia lebih pintar, menganggap semuanya bisa dipelajari dengan mudah melalui internet.

Rasa hormat mulai menjadi asing. Kata “terima kasih” dan “maaf” sudah jarang sekali terdengar. Bahkan sekedar menatap wajah guru dan orang tua dengan lembut pun sudah mulai menghilang. Padahal Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ "لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يُوَقِّرْ كَبِيرَنَا، وَيَرْحَمْ صَغِيرَنَا، وَيَعْرِفْ لِعَالِمِنَا حَقَّهُ." رواه الترمذي (1920)

“Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang lebih tua, tidak menyayangi yang lebih muda, dan tidak mengetahui hak orang alim di antara kami.” (HR. Tirmidzi no. 1920)

Hadis ini menjadi pengingat bahwa adab adalah bagian dari keimanan. Seseorang tidak bisa disebut beriman sempurna bila lisannya kasar kepada orang tua, atau sikapnya keras kepada guru.

Lantas bagaimana menjaga adab di tengah dunia medern ini?

Yang pertama, sadari bahwa teknologi itu hanya sebuah alat bukan pengganti adab.

Mengirim pesan kepada guru tidak boleh dengan bahasa singkat yang dingin seperti “ok” atau “ya”, tapi dengan kalimat sopan seperti “Baik, Ustadz, terima kasih atas arahannya.” Begitu pula kepada orang tua, berbicaralah dengan lembut, bahkan ketika tidak sependapat.

Yang kedua, sadari bahwa tegnologi itu hanya untuk mempermudah hidup bukan pengganti hidup.

Maksudnya adalah kita tidak boleh terus-terusan berpaut pada teknologi saja, menganggap tidak bisa hidup kalau tidak ada teknologi. Sehingga kita mengabaikan etika terhadap orang tua dan guru dalam keseharian kita.

Dan yang ketiga, ketahui bahwa dengan menggunakan teknologi akses belajar adab dan akhlak menjadi lebih luas. Kita jadi bisa belajar dari perangai orang lain yang kita lihat di media sosial. Balajar dari berbagai bebagai cerita yang dipublikasikan di internet. Belajar dari cerita itu banyak sekali hikmanya. Sehingga kita bisa lebih memperbaiki diri. Bukan malah mencontohi sikap-sikap yang dianggap keren, padahal tidak keren sama sekali.

Mulai sekarang kita harus meningkatkan adab kita terhadap guru-guru kita apalagi kepada orang tua kita.

Baca Selengkapnya...

KEGIATAN


Dari Syar'i Net Class, Wujudkan Santri yang Bijak dalam Bermedia Sosial

Dari Syar'i Net Class, Wujudkan Santri yang Bijak dalam Bermedia Sosial

Malino - Dalam rangka meningkatkan kesadaran santri dalam menggunakan sosial media, OSIS divisi Publikasi Dokumentasi (Pubdok) SMA IT VTHQ menggelar kegiatan Syar’i Net Class, yang bertujuan untuk mengedukasi para santri agar lebih bijak dalam menggunakan sosial media. Kegiatan ini diselenggarakan di ruang rapat pada hari Ahad, 26 April 2026. dimulai pukul 09.00 WITA dengan diikuti oleh 22 santri yang berpatisipasi dalam acara tersebut.

Acara tersebut dibimbing langsung oleh moderator yaitu Muhammad Nasrun, santri kelas 11 Villa Tahfiz Himmatul Qur’an (VTHQ), kemudian dilanjutkan penyampaian oleh pemateri oleh ust Andi Muhammad Rizki,S,Sos. Selaku Staf Bidang infokom, dan juga sebagai Kepala Perpustakaan VTHQ. Kegiatan mengangkat tema "Bijak Bermedia, Hindari Drama, Perluas Cakrawala" tersebut berlangsung secara menyenangkan dan memotivasi bagi para peserta.

Dalam pemaparannya, pemateri menyampaikan kepada para santri tentang signifikasi dari penggunaan sosial media pada anak-anak dan remaja 16 tahun ke bawah. Ia berkata, “tingkat konsentrasi anak-anak dibawah umur 16 tahun menurun, disebabkan terlalu sering scrolling sosial media, seperti tiktok, instagram, dan youtube”. Hal ini berdampak pada kualitas pembelajaran, adab, dan etika sehari-hari mereka. Dengan pelaksanaan kegiatan ini, tentu diharapkan agar Santri lebih bijak dalam menggunakan sosial media, memanfaatkannya untuk hal-hal yang dapat menambah, pengetahuan, skill, dan karakter mereka untuk masa depan yang lebih baik. Kegiatan ini kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab peserta-pemateri dan foto bersama.

Baca Selengkapnya...

Kakan Kemenag Gowa Mengaku Terkesan Dengan Perkembangan VTHQ

Kakan Kemenag Gowa Mengaku Terkesan Dengan Perkembangan VTHQ

Malino - Di sela-sela kesibukannya dalam mengisi berbagai kegiatan di Malino, Kepala Kantor Kemenag Kab. Gowa, H. Jamaris menyempatkan diri untuk melakukan kunjungan ke VTHQ bersama rombongan. Kunjungan ini berlangsung pada Rabu (22/04/2026) lalu bersama dengan rombongan. Dalam kunjungan beliau selama di Malino, kunjungan ke VTHQ bukanlah salah satu agenda.

Dalam kunjungannya, Beliau menyampaikan rasa terkesannya setelah melihat secara langsung progres perkembangan pembangunan dan juga jumlah santri yang kian banyak. "Saya berkunjung ke pondok ini kurang lebih pada saat peresmian, bangunannya pun masih terbatas. Setelah itu, saya berpindah tempat kerja dan kembali ke Kab. Gowa. Saya merasa pondok ini merupakan salah satu pondok rekomendasi dengan perkembangan yang luar biasa", tutur nya pada saat memberikan arahan dan nasehat di hadapan para santri.

Selama berpindah tempat kerja, ia juga selalu merekomendasikan pondok ini sebagai salah satu rekomendasi kepada orang-orang yang ini melanjutkan pendidikan anaknya di pesantren. Harapannya, tentu pondok ini dapat terus berkembang, survive, dan senantiasa melahirkan generasi-generasi yang berakhlak mulia di tengah gempuran budaya atau trend asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai moral di luaran sana.

Baca Selengkapnya...

Sharing Session Pembina VTHQ Bersama Syaikh Asal Timur Tengah: Menguatkan Strategi Mengajar yang Menarik dan Relate untuk Santri

Sharing Session Pembina VTHQ Bersama Syaikh Asal Timur Tengah: Menguatkan Strategi Mengajar yang Menarik dan Relate untuk Santri

VTHQ kembali mengadakan kegiatan Sharing Session bagi para pembina dengan tema “Strategi Mengajar yang Menarik di Kelas”, pada Jumat, 14 Februari 2026, bertempat di Ruang Pertemuan Guru. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Pembina VTHQ sebagai bentuk penguatan kualitas pembelajaran dan peningkatan kompetensi dalam mendampingi santri.

VTHQ kembali mengadakan kegiatan Sharing Session bagi para pembina dengan tema “Strategi Mengajar yang Menarik di Kelas”, pada Jumat, 14 Februari 2026, bertempat di Ruang Pertemuan Guru. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Pembina VTHQ sebagai bentuk penguatan kualitas pembelajaran dan peningkatan kompetensi dalam mendampingi santri.

Sharing session kali ini menghadirkan pemateri utama, Syaikh Prof. Dr. Elsayed Abdelsamie Mohamed Hasouna, yang merupakan ulama dan Pakar Ilmu Bahasa Arab Kairo, Mesir yang juga merupakan seorang dosen di IAI STIBA MAkassar. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian agenda beliau selama berada di lingkungan VTHQ.

Dalam penyampaiannya, Syaikh Prof. Dr. Elsayed menekankan bahwa strategi mengajar yang baik seharusnya dimulai dari hal-hal yang paling sederhana. Beliau juga menegaskan pentingnya menyampaikan materi dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan santri, sehingga pembelajaran terasa lebih hidup, mudah dipahami, dan mampu membentuk keterlibatan aktif di dalam kelas.

Suasana sharing session berlangsung hangat dan interaktif. Para pembina tidak hanya menyimak materi, namun juga berdiskusi dan bertukar pengalaman terkait tantangan dalam mengajar serta cara-cara efektif untuk membangun perhatian dan semangat belajar santri.

Kunjungan ini merupakan kunjungan kedua Syaikh Prof. Dr. Elsayed Abdelsamie Mohamed Hasouna di VTHQ, yang kembali membawa semangat baru serta penguatan bagi para pembina dan santri.

Selain sharing session bersama pembina, agenda lain beliau selama kunjungan ini adalah Sharing Session bersama Santri VTHQ serta Taklim Spesial di lingkungan Malino, yang diharapkan dapat memberikan motivasi, penguatan ruhiyah, serta memperluas wawasan keilmuan bagi seluruh keluarga besar VTHQ.

Melalui kegiatan ini, VTHQ berharap para pembina dapat menerapkan strategi pengajaran yang lebih menarik, sederhana, dan relevan dengan kehidupan santri, sehingga proses pendidikan menjadi semakin efektif dan bermakna.

Baca Selengkapnya...

Program Unggulan


Simaan Akbar

Study Club

Daurah Takhassus

Bakti Sosial

Simaan Pekanan

Tarbiyah

Safari Ramadhan

Porsani

Ekstrakulikuler

Rihlah Akbar

Musabaqah Hifzhil Quran

Konsultasi Syariah

GALERY KEGIATAN


INFORMASI PESERTA DIDIK


group

SMP: 149 Orang

group

SMA: 89 Orang

group

ALUMNI: 189 Orang

APA KATA MEREKA ?


Tokoh Internasional

Tokoh Internasional

Villa tahfizh Himmatul Qur'an Malino merupakan pondok tahfizh yang sangat indah dan sejuk serta mempunyai manhaj yang baik, bahkan orang Malaysia pun saya sarankan untuk bisa menempuh pendidikan di tempat ini.

Prof. Dato' Arif Perkasa Dr. Mohd Asri bin Zainul Abidin

(Mufti Perlish - Malaysia)

Orang Tua Santri

Orang Tua Santri

Pondok tahfizh yang berada di pegunungan dengan udara yang sejuk tentunya menunjang para santri dalam menunjang aktivitas belajar, menghafal, serta berolahraga. Selain itu, metode pembelajaran yang sudah sangat baik, dimana telah dipadukan dengan kegiatan ekskul sehingga santri juga dapat menyalurkan potensi dan bakatnya. Pendampingan dan komunikasi yang diterapkan juga sangat baik.

H.A.S. Chaidir Syam, S.IP., M.H.

(Bupati Maros - Orang tua santri VTHQ)

Foto Alumni Pesantren

Alumni VTHQ

Saya belajar banyak tentang agama, karakter, dan menghormati perbedaan. Di VTHQ kami belajar bersama, saling mendukung, dan membentuk ikatan persaudaraan yang erat sesama santri walaupun dari daerah yang berbeda beda.

Imam Manggarai Samman

(Alumni VTHQ Tahun 2020)

backgorund
INFORMASI SPMB

MARI BERGABUNG BERSAMA KAMI DEMI MEWUJUDKAN GENERASI QUR'ANI PENERUS AGAMA DAN BANGSA

Assalamu'alaikum sahabat Qur'an...

Villa Tahfizh Himmatul Quran Malino kembali membuka Seleksi Penerimaan Murid Baru Tahun Ajaran 2026/2027 untuk jenjang Wustha (SMP) dan SMA.

Info Selengkapnya